Success Story

BOMBOLONI KUENAT: UNTUNG DAN RUGI ADALAH BIASA. NAMUN KEJUJURAN DAN KUALITAS YANG UTAMA

Kue bisa dikatakan menjadi kudapan kesukaan seorang Ernita Agnesia. Berawal dari hobi makan kuenya itu, ia lalu mencoba membuat kue untuk keluarganya. Tak disangka, ternyata kue yang dibuatnya mendapat respon positif dan banyak disukai.

Sejak saat itu lah ia berpikir untuk menjadikan sebuah peluang dengan mendirikan Bomboloni kueNat. Usaha kue rumahan yang ia bangun sejak tahun 2017 lalu. Usaha ini lebih menawarkan berbagai jenis donat dengan aneka isi dan topping. Tidak butuh modal yang cukup besar dalam memulai usaha ini. Dengan modal 3 juta rupiah, ia bisa membangun Bomboloni kueNat hingga saat ini.

Selama dua tahun ini, pasang surut usaha pernah ia alami. Menurutnya hal ini karena Bomboloni kueNat yang memang masih skala rumah tangga. Namun rasanya hampir  tidak ada usaha yang tidak merasakan kegagalan, apapun bentuknya. Jadi hal itu sangat wajar .

Ernita sendiri mengaku sering mengalami kegagalan, tetapi dengan tekad yang kuat keinginan untuk mempertahankan usahanya tersebut, ia lantas tidak menyerah dan menjalaninya dengan sabar sembari mencoba dan terus mencoba.

Sebagai pemilik usaha kue, Ernita bukanlah seseorang yang memang memiliki latar belakang di dunia kuliner atau bakery. Ia membangun usahanya ini atas dasar kecintaannya pada kue. Maka dari itu, semua ia lakukan secara otodidak. Ia belajar sendiri dengan memanfaatkan berbagai kanal social media yang tersedia mulai dari facebook, instagram, youtube dan rajin browsing dan membaca berbagai macam referensi.

Ernita mengaku tidak memiliki teknik khusus dalam membuat kue. Bahkan hampir semua produk-produknya dikerjakan secara manual. Meskipun begitu, banyak konsumen yang mencintai produknya. Dengan produk yang paling banyak diminati yaitu bomboloni. Produknya sangat diminati lantaran harganya yang terjangkau namun kualitas yang tidak dinomorduakan.

 

Untuk menjangkau para konsumennya, ia juga memanfaatkan social media sebagai kanal pemasaran produknya. Ia mengaku social media memiliki pengaruh yang sangat bagus bagi usahanya. Sebelum menggunakan media social, ia mengaku produknya tak jarang ada yang tersisa hingga akhirnya terbuang dan mubadzir. Dengan adanya social media ini, ia mengatakan bahwa kerugian bisa diminimalisir.

Meskipun bomboloni menjadi primadona usahanya namun tidak hanya itu saja yang ditawarkan oleh Ernita. Berbagai jenis kue lainnya seperti bolu, Japanese cheese cake, salad buah dan lain sebagainya pun ia tawarkan. Semua produk yang ia jual bisa dilihat di akun social media instagramnya yaitu @nita_kueNat

Dalam menjalankan usahanya, Ernita mengaku selalu dibantu dengan produk FILMA terutama minyak gorengnya. Ia mengatakan bahwa minyak goreng FILMA sangat bagus karena tidak membuat donatnya terlalu berminyak.

Di akhir wawancara, menurutnya memulai bisnis itu mudah.. yang sulit adalah mempertahankannya. Untuk itu, ia mempunyai saran untuk Pakarians yang ingin memulai bisnis kuliner terutama kue. Jangan pernah takut dan hilangkan rasa pesimis, jangan mengkhawatirkan apa yang akan terjadi ke depannya. Untung dan rugi adalah hal yang biasa dalam dunia usaha, yang penting dan perlu diingat adalah kejujuran dan menjaga kualitas. Selain itu, pelayanan yang baik kepada pelanggan juga perlu dilakukan. Dengan begitu.. Insha Allah kedepannya pasti baik.

Bagi Pakarians yang masih ragu mencoba terjun ke dunia kuliner, bisa mencontoh apa yang Ernita terapkan dalam menjalankan usahanya. Tetap semangat dan jangan menyerah!