Success Story

PERJALANAN BISNIS 2 DEKADE DAPUR KUE RINA

 Apa rasanya mempunyai bisnis yang bisa bertahan hingga 20 tahun? Rina Mutia mempunyai cerita unik tentang perjalanan bisnisnya Dapur Kue Rina selama 2 dekade.

Jika ditarik ke belakang, bisnisnya berawal dari hobi Rina yang tersalurkan saat sekolah kejuruan tata boga. Saat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, ia sempat memilih jurusan PGTK (Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak)  yang merupakan permintaan orangtuanya. Akan tetapi karena memang bukan keinginannya, Rina kembali ke jalur tata boga. Hingga pada akhirnya ia mendapatkan dukungan dari keluarganya untuk membuka bisnis kue di tahun 1998.

Di pertengahan tahun 90-an itu, Rina memulai bisnis dengan hanya dengan bermodalkan 10 ribu rupiah. Kala itu, uang dengan nominal tersebut sudah cukup untuk membeli bahan dasar pembuatan kue. Semenjak lulus kuliah pun ia sering mengikuti kursus dan pelatihan tentang cake dan pastry, dan mulai mencoba untuk membuat cake dan pastry sendiri. Hingga datanglah pesanan pertamanya untuk membuat kue ulang tahun.

Saat memulai Dapur Kue Rina, Rina sempat kesulitan untuk melakukan penetrasi pasar. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya kuenya diterima di banyak kantin sekolah dan kantor serta sebuah minimarket. Tak disangka-sangka, ternyata kue buatannya langsung diminati oleh para konsumen.

Beberapa tahun setelahnya ia sempat membuka kios di dekat rumahnya. Namun setelah 2 tahun berjalan, tidak ada yang membantu Rina sehingga ia agak sedikit kewalahan saat menerima banyak pesanan. Ia pun memutuskan untuk lebih fokus untuk menitipkan kue dan roti buatannya serta menerima beberapa pesanan lain.

Lima belas tahun pun berlalu, Rina mulai memasarkan kue buatannya melalui media sosial, seperti Instagram dan Facebook. Dan ternyata setelah terjun ke dunia digital, penjualan kuenya pun meningkat. Dalam sebulan ia bisa menerima 2 pesanan kue ulang tahun dan seminggu sekali ia juga mendapatkan pesanan roti dan pastry. Ia juga memanfaatkan jasa ojek online untuk pengiriman produknya. Pendapatan yang ia terima pun sangat signifikan, berkat media sosial omzet yang diterimanya meningkat sampai 90%. 

Pasang surut bisnis Dapur Kue Rina selama 20 tahun pun bermacam-macam. Rina sempat mendapatkan tanggapan yang kurang baik pada produknya. Kualitas roti dan kuenya sempat dipertanyakan oleh konsumen, tapi Rina tidak menyerah untuk membuktikan bahwa produknya layak untuk dikonsumsi. Dengan kesungguhannya, ia terus melakukan improvisasi pada kue buatannya. “Membuat kue itu susah-susah gampang, tergantung tangan kita sendiri saat mengolah adonannya,” tambah Rina.

Hingga akhirnya, feedback yang didapat saat ini berbanding 180 derajat dengan yang lalu. Konsumen semakin yakin dengan produk Dapur Kue Rina. Tanggapan konsumen sangat baik, meskipun harganya sedikit lebih tinggi dari yang lain tapi mereka yakin kalau kue buatan Rina dibuat dengan bahan dasar yang berkualitas. Salah satunya adalah produk keluaran dari Sinar Mas Agribusiness & Food seperti Filma dan Palmboom. Bagi Rina, kedua bahan tersebut membantu proses pembuatan roti menjadi lebih nikmat dan lezat, terutama mengeluarkan aroma yang menggugah selera konsumennya.

Salah satu pengalaman yang sempat membuatnya jatuh adalah kepercayaannya yang disalahgunakan oleh konsumen. Rina menceritakan kalau proses pemesanan Dapur Kue Rina harus memberikan minimal 50% dp (down payment) dari harga kue. Kala itu konsumennya tidak membayar dp terlebih dahulu karena memang Rina sudah percaya pada orang tersebut. Ternyata sang konsumen kabur dan tidak membayar sama sekali kue buatan Rina. “Kita harus sabar dan belajar dari pengalaman agar tidak terjadi kejadian yang sama lagi,” ujarnya.

Salah satu produk favorit pelanggannya adalah roti isi daging, karena memiliki kualitas roti dan isi daging yang jarang dijumpai pada pembuat roti yang lain. Rina berani untuk menggunakan isian yang cukup banyak dan memiliki rasa yang kuat serta dibalut dengan roti lembut yang mengembang.

Selama 20 tahun Rina tidak pernah berhenti belajar. Ia masih sering membaca resep-resep baru di buku maupun di internet. Tak lupa ia juga sering berbagi resep dengan para koleganya sesama pemilik bisnis kue. 

Saran dari Rina untuk Pakarians yang ingin memulai bisnis adalah harus selalu sabar dalam menghadapi persaingan yang ketat. Sebab, banyak orang di luar sana yang menghalalkan segala cara dalam menjual dagangannya.

Satu hal yang dipertahankan oleh Rina sampai saat ini adalah rasa produknya. Di luar sana memang banyak yang menjual kue dan roti dengan harga yang murah, tapi tidak diikuti dengan rasa yang lezat. “Tidak apa-apa harga roti dan kue mahal sedikit, yang penting rasa dan semuanya harus berkualitas dan top,” tutup Rina. Semoga cerita bisnis Dapur Kue Rina yang sudah berjalan selama 20 tahun lebih bisa memberikan inspirasi bagi Pakarians.