Success Story

PANTANG MENYERAH JADI KUNCI SUKSES BISNIS KUE TUNGKU HITAM

 


"Alah Bisa Karena Terbiasa" merupakan pepatah yang memiliki arti bahwa jika kita terbiasa melakukan suatu pekerjaan, maka kesulitan-kesulitan yang ada menjadi tidak terasa dan pengalaman kita dalam pekerjaan tersebut menjadi lebih baik.


Begitu lah yang dilakukan Astrid Malahayati, pemilik Tungku Hitam, toko kue yang berlokasi di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta. Astrid begitu sapaannya mengatakan bahwa sebelumnya ia tidak menyukai kue dan tidak bisa membuat kue sama sekali. Ketertarikannya pada kue bermula saat ia ingin mencoba membuat cemilan untuk keluarganya. Kemudian ia mencari informasi dari berbagai sumber referensi dan  kemudian menemukan resep kue yang bisa dibuat tanpa menggunakan mixer dan oven, peralatan baking yang tidak dimilikinya. Hal tersebut lantas dimanfaatkan oleh Astrid untuk membuat kue pertamanya yaitu Bolu Keju. Meskipun ia merasa gagal dalam membuat kue pertamanya, namun ia tidak menyerah dan membuatnya mencari tahu penyebab gagalnya kue tersebut dengan belajar melalui Youtube.


Sejak saat itu ia terus belajar hingga suatu hari berhasil membuat kue yang sangat diapresiasi oleh keluarganya. Ia mengaku menemukan kesenangan saat membuat kue dan kemudian tergerak untuk membuat jenis kue lainnya untuk dibagikan ke rekan-rekannya di kantor. Tidak disangka, feedback positif dari rekannya pun didapat. Setelah ada beberapa rekan kantornya yang memesan kue, dari situlah ia mulai serius menggeluti dunia baking dan lahirlah Tungku Hitam.



Kini Tungku hitam sudah 1,5 tahun berdiri. Modal yang dikeluarkan Astrid dalam memulai usaha ini pun tidak besar. Ia mulai membeli segala peralatan baking saat sedang belajar yang dianggapnya sebagai modal usahanya sekarang. Saat ini pun juga ia sudah mulai melebarkan lebih jauh sayapnya dengan merambah ke dunia catering karena banyaknya permintaan makanan sehat dan acara besar di kantor. Guru atau mentor saat pertama kali ia belajar masak yaitu sang ibunda, yang selanjutnya dilakukan secara otodidak. “Alah bisa karena dibiasakan,” ujarnya.


Astrid tidak memiliki teknik khusus dalam proses pembuatan kuenya. Ia hanya menjalani setiap prosesnya dengan santai dan senang. Jika gagal, maka ia akan terus mencoba hingga mendapatkan feelnya. Tidak ketinggalan, ia juga dibantu dengan produk-produk Sinarmas Agribusiness & Food dalam pembuatan kuenya. Salah satunya adalah Palmboom Margarine yang digemari oleh Astrid dan keluarganya dan tidak bisa dipisahkan saat membuat masakan maupun kue.  


Setiap bisnis khususnya kuliner pasti memiliki menu andalan yang banyak diminati pelanggannya. Begitupun dengan Tungku Hitam yang memiliki Classic Banana Cake, Gateau African dan Monogram Cake sebagai produk yang paling banyak dipesan. Adapun tanggapan pelanggan terkait produk-produk Tungku Hitam sangat positif meskipun tidak terlepas dari pro dan kontra, namun ia menjadikannya sebagai sarana untuk belajar dan berusaha dalam meningkatkan kualitas produknya agar lebih baik lagi.


Bicara soal kegagalan, rasanya hampir setiap bisnis pernah merasakan kegagalan bagaimanapun bentuknya. Astrid pernah merasakan ketika bisnisnya sepi dan tidak 


ada yang membeli kuenya sama sekali. Namun, ia menganggap itu bukanlah suatu kegagalan tetapi sebuah pengalaman untuk belajar saat berada di atas maupun di bawah yang kemudian ia manfaatkan untuk istirahat dan belajar hal lain.


Selain kualitas produknya yang baik, cara pemasaran produk juga menjadi hal penting untuk meraih banyak konsumen. Media sosial menjadi platform yang dipilih Astrid dalam mempromosikan Tungku Hitam. Ia bahkan sudah memanfaatkan media sosial sejak awal Tungku Hitam berdiri dan sangat merasakan pengaruhnya karena 50% pelanggannya mengetahui Tungku Hitam melalui media sosial. Pakarians bisa mengetahui semua produk Tungku Hitam melalui akun instagram @tungkuhitam.


Meskipun modal usaha sangat penting, namun itu bukanlah hal satu-satunya yang diperlukan saat akan membangun bisnis. Lebih dari itu, niat serta kemauan dari diri sendirilah yang menentukan keberhasilannya. Bagi Pakarians yang ingin membangun sebuah usaha dan masih dipenuhi berbagai keraguan, lebih baik “MULAI SAJA DULU” seperti yang diutarakan Astrid sebagai penutupnya.