Success Story

MANISNYA BROWNIES KIOZTÉ : [BROWNIEZZ] YANG TERASA SAMPAI SELURUH NUSANTARA

Tidak sedikit orang yang memulai bisnis karena rasa penasaran atau ingin coba-coba. Ini yang dialami oleh Fanty saat memulai bisnis kiozTé : [browniezz].

Awalnya, wanita yang akrab disapa Ummu Allegra ini suka coba-coba resep brownies karena pernah mencicipi brownies di sebuah gerai donat terkenal. Kemudian ia memiliki keinginan untuk bisa membuat brownies sendiri. Setelah mencoba beberapa resep yang didapat, akhirnya Ummu Allegra mendapatkan resep yang pas dan disukai oleh keluarga besarnya. Ditambah dukungan dari sang suami yang mengatakan kalau brownies buatannya punya nilai jual, akhirnya ia memberanikan diri terjun ke dunia bisnis kue.

Ummu Allegra pun mulai mencari tahu segala hal tentang brownies, mulai dari bahan-bahan yang berkualitas sampai jenis-jenis cokelat yang cocok untuk browniesnya. Baru di tahun 2017, Ummu Allegra mulai membangun brand kiozTé : [browniezz] bersama sang suami.

Secara detail Ummu Allegra menjelaskan khusus kepada Pakarians modal apa saja yang dibutuhkan untuk memulai bisnis brownies. Menurutnya, alat-alat yang dibutuhkan meliputi oven gas/oven deck, mixer planetary kapasitas 20 liter, freezer chiller, lemari display, lemari penyimpanan bahan, dan meja kaca. Sedangkan untuk bahan baku, Ummu Allegra memanfaatkan internet untuk mencari supplier untuk bahan-bahan kuenya. Ia pun juga rajin datang ke event khusus industri food and baverage seperti SIAL Interfood untuk mencari supplier dengan kualitas terbaik demi mendukung bisnisnya.

Selama 1,5 tahun menjalankan bisnisnya, konsumen selalu memberikan tanggapan yang positif terhadap produk-produk yang ditawarkan oleh kiozTé : [browniezz]. Salah satu produk kiozTé : [browniezz] yang menjadi favorit pelanggan adalah triple choco browniezz sungai chocolatozzz chocochip chunky bar dengan sajian brownies legit dan rasa cokelat yang sangat terasa. Ia pun juga terus berinovasi dalam menyajikan brownies buatannya, di antaranya dengan menu le cafe noir, yaitu brownies dengan cita rasa kopi asli dari kopi arabica gayo, baik dalam adonan maupun taburannya. Selain brownies, Ummu Allegra juga menawarkan sajian lain seperti minuman cokelat, varian donat, kue kering, dan chiffon cake. 

Ummu Allegra mengaku kalau ia masih merintis bisnis ini dan tidak jarang naik turun dalam bisnis sering ditemukan. Tapi secara perlahan ia mencoba untuk terus fokus dalam menjaga mutu dan pelayanan kepada para pelanggannya. Salah satunya dengan menggunakan bahan berkualitas seperti Filma Cooking Oil. Produk minyak goreng keluaran Sinar Mas Agribusiness and Food ini selalu digunakan oleh Ummu Allegra untuk menggoreng donat. Ia mengaku donat yang dihasilkan mempunyai tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Selain untuk menggoreng donat, Filma Cooking Oil juga kerap ia gunakan sebagai bahan baku pembuatan browniesnya.

Sama seperti kebanyakan pebisnis di era digital, Ummu Allegra juga memanfaatkan media sosial sebagai ajang promosi bisnis. Media sosial membuka peluang baru bagi kiozTé : [browniezz], yang kelezatannya sudah terasa sampai Bali, Nusa Tenggara, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Manokwari. kiozTé : [browniezz] menyajikan brownies tanpa bahan pengawet dan bisa bertahan sampai 7 hari di suhu ruang atau sampai 1 bulan jika disimpan di kulkas. Rahasia mengapa brownies buatannya bisa awet berkat penggunaan gula dan cokelat yang banyak.

Ummu Allegra mengaku tidak punya teknik khusus dalam membuat brownies. Hanya saja ia mencoba untuk mengaplikasikan ilmu baking yang pernah didapatkan dari kursus dan banyak latihan. Sebelum ada internet, ia mendapatkan ilmu baking dari buku-buku resep maupun majalah. Dari mulai belajar otodidak tersebut, perlahan ia memperluas pengetahuannya soal baking melalui internet ataupun komunitas masak yang mana ia sendiri terjun di dalamnya sebagai anggota. 

Ummu Allegra menyampaikan saran kepada Pakarians yang ingin memulai bisnis brownies dengan tekad yang kuat. Keterbatasan alat pun jangan dijadikan sebagai penghalang karena baginya membuat brownies hanya membutuhkan alat-alat sederhana seperti baskom, spatula, pengayak tepung, panci, sendok, dan oven. Ia juga menggaris-bawahi sebagai pebisnis jangan sampai melupakan pelayanan yang baik. "Usahakan ramah dengan pelanggan dengan melayani chat, namun kita harus kasih kode sebagai batasan juga bahwa kita bisa tegas, agar pelanggan tidak seenaknya pada kita," tutupnya.