Success Story

CERITA UTARI ARBI ANTARA KELUARGA DAN BISNIS MANGKOOK CAKE

Berperan sebagai ibu rumah tangga dan pebisnis cake sekaligus tentu bukan hal yang mudah dilakukan. Bagi Utari Arbi, hal tersebut merupakan tantangan tersendiri karena dalam satu waktu ia harus mengerjakan pekerjaan rumah, merawat anak, dan juga menjalankan bisnisnya, yaitu Mangkook Cake.

Wanita yang akrab disapa Tari ini merupakan seorang ibu rumah tangga yang awalnya ingin membuat kue ulang tahun untuk sang anak dengan dekorasi kue yang sesuai dengan harapan. Beruntung Tari memiliki keahlian di bidang seni dan visual, karena background kuliahnya dahulu adalah Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) di salah satu universitas di Bandung, Jawa Barat.

Tahun 2014 menjadi awal mula Tari terjun di dunia bisnis kue. Saat memulai bisnis ini, ia hanya membuat kue kering Lebarang dari resep turun-temurun keluarga, yang kemudian dikembangkan menjadi cookies hias dan baking cake. Semuanya ia pelajari secara otodidak, sampai akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti beberapa short class baking.

Dengan latar belakang yang dimiliki, Tari percaya diri untuk mengimplementasikan keahliannya ke dalam teknik decorating cake. Ia merasa seni decorating cake dengan menggunakan fondant hampir sama dengan membuat animasi dari clay. Tekstur fondant yang mudah dibentuk membuat Tari merasa senang untuk mengeksplorasi kreativitasnya. Ia pun sangat senang dengan warna-warni dari fondant. Dengan kemudahan teknologi seperti sekarang ini, Tari menambahkan bahwa belajar dekorasi kue itu bisa lewat internet juga lewat video yang ada di YouTube.

Tari memulai bisnis Mangkook Cake dengan modal awal sekitar 5 juta rupiah untuk membeli oven dan peralatan dekorasi kue lainnya. Seiring berjalannya waktu, modal terus berkembang. Ia pun menyarankan untuk investasi alat-alat baking untuk kebutuhan bisnis ini.

Hingga pada akhirnya, Tari memutuskan ada hal lain yang harus diutamakan. Ia sempat vakum dari dunia bisnis saat melahirkan dan merawat anaknya. Untuk memulainya lagi, ia pun butuh usaha ekstra. "Menjalani bisnis ini memerlukan komitmen, saya selalu berusaha mempunyai pikiran optimis untuk menjalankannya," ujar Tari. Baginya, pasang surut dalam bisnis harus dijalani dengan ikhlas. "Dimana ada keyakinan, di sana ada jalannya," tambahnya.

Melanjutkan bisnis cake yang sempat ditinggalkannya selama 1,5 tahun tidak langsung membuat bisnisnya berkembang pesat. Tari harus kembali mengulang semuanya dari awal. Satu kunci yang ia pegang teguh adalah rasa semangat dan juga ikhlas. Ia juga tidak pernah berhenti untuk menambah ilmu, baik itu ilmu baking, ilmu decorating cake, sampai ilmu marketing.

Salah satu hal yang bisa membangkitkan bisnisnya adalah platform media sosial, karena memang penjualan Mangkook Cake ini masih pure melalui online. Tanggapan dari para konsumen pun selama ini puas terhadap cake buatannya. Ia kerap meminta testimoni tentang cake buatannya agar ia bisa membuat kue yang lebih baik dari sebelumnya.

Cake favorit para konsumennya adalah 3D birthday cake yang menggunakan fondant sebagai bahan dasar dekorasinya. Bagi Tari, dekorasi kue bagaikan seni sehingga ia berusaha untuk mengikuti keinginan dan ekspektasi konsumen. "Namun, jika customer menyerahkan desain cake ke saya sepenuhnya, itu jauh lebih menyenangkan haha. Saya bisa bereksperimen dalam mendesain," tambahnya.

Bagi Tari, kunci utama untuk membuat fondant dengan aroma yang unik, tahan lama, dan juga menggugah selera adalah dengan menggunakan shortening berkualitas tinggi seperti Filma Butter Oil Substitute. Sedangkan untuk menghasilkan adonan kue yang lezat, Tari kerap mengeksplorasi sendiri resep- resep yang ia punya. “Setiap kue itu memiliki teknik (pembuatan) masing-masing, agar bisa menjadi sempurna," tambahnya.

Saran dari Tari untuk Pakarians yang ingin memulai bisnis adalah terus tekun dan berkomitmen. Jangan lupa juga untuk menciptakan support system yang selalu mendukung Anda. Tari mendapatkan itu semua dari sang suami dan orangtua. "Karena saat ragu-ragu dan mulai lelah, saya butuh mereka untuk kembali mengingatkan tujuan saya dengan bisnis ini," ujar Tari. Ia juga menambahkan agar apa yang dilakukan didasarkan pada passion agar segala beban yang ada terasa lebih ringan. "Walaupun bisnis sedang down, tapi setidaknya kita senang melakukannya. We will keep doing it. Kalau lemah dan gampang melempem, kita akan kalah dengan yang lain," tutup Tari.