Latest Trend


Pumpkin Pie
 Copyright @Pakaroti

Kue Bulan atau Mooncake menjadi kudapan wajib dalam kebudayaan Tionghoa pada perayaan Festival Musim Gugur atau Festival Kue Bulan yang biasanya digelar setiap bulan September atau Oktober. Tapi, Pakarians bisa mencoba peruntungan dengan menjual kue ini di luar bulan tersebut karena popularitasnya sudah menembus batas etnis.

Sekilas mirip Pie dengan lapisan luar berupa pastry. Namun Mooncake lebih lembut dengan berbagai isian jenis filling di dalamnya. Aksara China yang terletak di bagian atasnya menjadi ciri khas Mooncake. Gwee Pia atau Tiong Chiu Pia adalah nama Mooncake yang lebih popular di Indonesia.

Masa panen bagi kebudayaan Tionghoa, merupakan hal yang sakral, dan Mooncake merupakan salah satu sajian yang di peruntukkan bagi penghormatan leluhur mereka di musim gugur. Selain hidangan Manisan buah dan Kwe Chang, yaitu sejenis bacang yang terbuat dari beras ketan dan biasa di santap dengan gula karamel. Seiring perkembangan zaman dan asimilasi budaya di Indonesia. Mooncake juga di konsumsi sebagai kudapan dan merupakan hantaran hadiah pada setiap Perayaan Festival Musim Gugur.

Dari variasinya, Mooncake mengalami banyak perkembangan khususnya pada bagian isi kue tersebut. Mooncake tradisional hanya memiliki lima jenis isi, yaitu Pasta Bunga Teratai, Pasta Kacang Merah, Pasta Five Kernel atau lima macam kacang-kacangan dan biji-bijian, dan yang terakhir Pasta Jujube. Namun, Mooncake dengan jenis isian Pasta Jujube hampir tidak pernah ditemui di Indonesia karena tidak populer. 

Belakangan banyak juga varian Mooncake dengan isian yang lebih beragam seperti kacang wijen, kacang mete, kacang hitam, kacang tanah, serta kombinasi kacang hitam dengan kismis, dan kacang hitam dengan telur asin. Ada juga Kue Bulan yang isi di dalamnya adalah cokelat, keju, mocca, cempedak, durian, dan isian menarik lainnya. Bahkan, kini tidak sedikit varian Mooncake yang lapisan luarnya memiliki warna menarik, seperti  Mooncake berwarna hijau terang yang kulitnya terbuat dari bubuk teh hijau atau matcha. 

Saat yang tepat menjual Mooncake adalah satu atau dua bulan menjelang Festival Kue Bulan dan selama perayaan itu berlangsung. Pada periode ini, Pakarians bisa menyediakan beragam varian isi Mooncake mulai dari yang tradisional hingga yang modern. Dengan memajang Mooncake di dalam kemasan yang cantik dengan warna khas etnis Tionghoa, merah dan emas, bisa menarik pelanggan untuk membeli Mooncake di bakery Pakarians.

Variasi Mooncake Bagi Peruntungan Sepanjang Tahun Variasi Mooncake Bagi Peruntungan Sepanjang Tahun

Di luar perayaan Festival Kue Bulan, Pakarians juga masih bisa meraup untung dari hasil penjualan kue tersebut, apalagi jika lokasi bakery Pakarians berada di lingkungan yang banyak dikunjungi etnis Tionghoa. Namun, pastikan varian Mooncake yang Anda jual adalah yang paling banyak digemari pelanggan. Jangan memaksakan menyetok varian Mooncake yang kurang diminati. Lakukan observasi dan analisa pada setiap perayaan Festival Kue Bulan, varian mana yang paling laris manis dan di sukai  tak hanya bagi etnis Tionghoa tapi juga masyarakat umum.

Maka, mulailah memperbanyak perbendaharaan resep Mooncake atau Kue Bulan dengan berbagai varian untuk dijual di bakery Pakarians. Dengan demikian, pada perayaan Festival  Kue Bulan mendatang, bakery Anda sudah siap memenuhi setiap permintaan Mooncake dari pelanggan.

artikel terkait

Komentar (0)
Belum terdapat komentar pada halaman ini.