Latest Trend


Pikat Pelanggan Dengan Inovasi Mash Up Bakery Yang Kaya Rasa

Pastry Cookies, salah satu produk mash up
Foto: @Pakaroti

Di dunia baking, inovasi bisa dilakukan dengan menciptakan sesuatu yang baru atau menggabungkan beberapa jenis produk, dimana akan menghasilkan tampilan dan rasa baru. Teknik ini dikenal dengan  "Mash-Up"  yang bisa memberi peluang menambah keuntungan bagi bisnis Pakarians.

Cronut merupakan salah satu produk hybrid hasil inovasi brilliant Chef Dominique Ansel asal Amerika, yang menggabungkan Croissant dan Doughnut dengan tampilan dan rasa yang unik. Sejak ditemukan 2013 lalu, Cronut semakin popular dan terbilang fenomenal serta banyak diminati di berbagai negara.

Sejak itu, banyak bermunculan produk-produk baru yang diciptakan dengan teknik mash-up untuk menyaingi popularitas Cronut. Misalnya Brookies, kawin silang antara Brownies dan Cookies ini merupakan teknis mash-up yang sempat di populerkan oleh Martha Stewart, yaitu seorang pebisnis dan penulis yang juga gemar membuat kue.

Diperlukan dua adonan untuk membuat Brookies, yaitu adonan Brownies dan Cookies. Adonan Brownies berada di bagian bawah cetakan, lalu ditambahkan adonan Cookies di bagian atas. Keduanya dipanggang bersamaan. Setelah matang, kue tersebut akan memiliki tekstur yang unik, lembut pada bagian adonan Brownies dan agak keras pada adonan Cookies.

Pikat Pelanggan Dengan Inovasi Mash Up Bakery Yang Kaya Rasa

Brookies
Foto: www.verybestbaking.com

Fenomena Crounut dan Bookies dengan cepat di kenal masyarakat luas karena peran figure public yang menciptakannya. Selama produk yang diciptakan terasa lezat dan tampilannya enak dipandang mata, inovasi Anda pasti akan mendapat tempat di hati pelanggan. Yang perlu Pakarians perhatikan adalah bagaimana menguasai teknik mash-up agar inovasi produk yang dihasilkan lezat dan berpenampilan unik dan menarik.

Menurut Master Chef PT SMART, Koko Hidayat, untuk menciptakan produk hybrid melalui teknik mash-up, Anda perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai bahan, jenis dan karakter adonan kue. Sebab, tidak sembarang produk bisa 'dikawin silang' satu sama lain.

"Harus dari adonan yang senada bahan-bahannya agar produk yang dihasilkan tidak berantakan. Misalnya, Cronut dibuat dari adonan Croissant dan Doughnut yang pada dasarnya sejenis, yaitu adonan danish. Hanya saja, proses pembuatan Croissant dan Doughnut berbeda sehingga hasil akhirnya juga tak sama," ujar Chef Koko.

Pakarians bisa mencoba menggabungkan Cookies dengan Cake seperti yang dilakukan Martha Stewart dengan Brookiesnya, Pastry dengan Cookies atau Pie dengan Cake. Atau menggabungkan kue-kue kering yang biasa disediakan saat Hari Raya seperti Nastar, Kastengel, Putri Salju dan Lidah Kucing. Jangan lupa perhatikan rasa dominan yang akan ditampilkan, apakah ingin menonjolkan rasa manis dari cokelat, gula tepung atau buah-buahan, atau ingin menonjolkan rasa asin dari keju. 

Yang tak kalah penting, Pakarians harus giat mempromosikan produk inovasi tersebut. Akan lebih baik jika disediakan tester produk tersebut di toko Anda sehingga pelanggan bisa mencobanya langsung. Perlu juga dilakukan penjelasan tentang produk kepada pelanggan. Misalnya, yang dijual diberi nama Muffle, pelanggan perlu mengetahui bahwa produk tersebut adalah gabungan Muffin dan Waffle.

Jika berhasil menciptakan varian baru yang unik dari teknik mash-up dan pelanggan menyukai rasanya, siap-siap meraih keuntungan besar dari popularitas produk Pakarians. Jadi, mulai sekarang banyak-banyak lah melakukan riset kira-kira bakery jenis apa yang bisa dijadikan bahan untuk di mash-up menjadi varian baru.

artikel terkait

Komentar (0)
Belum terdapat komentar pada halaman ini.