Latest Trend


Dessert Trendy, Primadona Pelanggan

Copyright @Pakaroti

Di Indonesia memang tidak mengenal urut-urutan hidangan seperti hidangan pembuka, hidangan utama dan hidangan penutup. Akan tetapi beragam dessert atau hidangan penutup banyak digemari sebagai cemilan. Mari intip makanan pencuci mulut yang sedang tren di Eropa dan berpotensi mendatangkan keuntungan saat dipasarkan di toko Pakarians.

Masyarakat Eropa mengonsumsi hidangan penutup sebagai penyegar setelah menyantap menu utama. Umumnya makanan pencuci mulut memiliki rasa yang manis dan segar untuk menghilangkan rasa amis daging maupun rasa asin dari bumbu main courseyang disantap sebelumnya.

Di Indonesia mungkin hanya segelintir orang yang menerapkan cara makan sesuai urutan hidangan. Meski demikian, menu-menu dessert yang populer di Eropa juga diminati di sini sebagai makanan kecil atau snack. Maka, memasarkan makanan pencuci mulut ala Eropa tetap menjanjikan keuntungan yang besar karena di Indonesia, menu-menu tersebut bisa dikonsumsi kapan saja dalam berbagai situasi.

Berdasarkan suhu saat penyajiannya, menu pencuci mulut dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu, Hot Dessert, Cold Dessert dan Frozen Dessert.  Hot Dessert disajikan hangat dengan suhu antara 40 - 50°C. Beberapa contohnya antara lain, Souffle, Hot Pudding, Crepes atau panekuk tipis yang cukup digemari hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia dan Fritters.

Cold Dessert disajikan dalam suhu dingin atau bisa juga dalam suhu ruang, seperti Cake, Cold Pudding dan Jelly atau agar-agar. Sementara, Frozen Dessert adalah jenis hidangan penutup yang disajikan dalam keadaan beku seperti Es Krim dan Sorbet. Frozen Dessert cukup populer di Eropa karena selain memiliki banyak variasi, hidangan ini menjadi penyegar setelah memakan menu utama yang umumnya disajikan panas. Salah satu dessert layak jual yang bisa Pakarians coba misalnya Cold Cheese Cake.

Setelah melakukan survei akhir tahun 2014 lalu, lembaga The National Restaurant Association menyimpulkan, hidangan penutup berukuran kecil (bite-size/mini dessert) akan menjadi tren tahun ini. Jadi, jika Pakarians berminat menjual beragam jenis dessert seperti disebutkan di atas, buatlah dalam ukuran kecil.

Sementara, seperti dikutip spoonuniversity.com, 2015 diperkirakan akan menjadi tahunnya Wafel. Kudapan sejenis Pancake ini sangat berpotensi memberikan keuntungan. Sebab, selain sudah dikenal luas, Pancake tidak monoton karena dapat disajikan dengan beragam variasi topping. Tak harus yang manis, Pakarians juga bisa memproduksi Wafel dengan varian rasa lain seperti pizza. Sebab, menurut The National Restaurant Association, dessertdengan rasa gurih juga semakin digemari.

Dessert Trendy, Primadona Pelanggan

Little Frech Éclair

Di Eropa, tren dessert yang diperkirakan The National Restaurant Association itu dapat ditemui dalam menu Petit Fours atau oven kecil dalam bahasa Indonesia.Satu paket Petit Four terdiri dari beberapa macam dessert ukuran kecil seperti Cake kecil berlapis fondant, Eclair kecil, Tartlet, Macaron hingga Napoleon mini.

Ada dua kategori Petit Fours, yakni yang kering dan Petit Fours basah atau iced. Meringues, macaroon, dan ragam puff pastry masuk ke dalam kategori Petit Fours yang kering.Sementara,Petit Fours basah atau iced merupakan cake kecil yang dilapisi dengan fondant atau icing, seperti Eclair dan Tartlet. Bukan hanya manis, Petit Fours juga dijual dengan varian rasa asin dan gurih.

Dessert Trendy, Primadona Pelanggan

Petit Fours
(www.pinterest.com)

Kesimpulannya, ada dua pilihan yang bisa Pakarians terapkan dalam menjual dessert. Yang pertama, hidangan penutup dapat dijual ala carte atau perjenis produk. Sementara, pilihan kedua adalah membuat sebuah paket dessert yang terdiri dari beberapa jenis produk seperti Petit Fours yang banyak dijual di Eropa. Apapun pilihannya, pastikan Anda menjual produk berkualitas dan menarik bagi pelanggan.

artikel terkait

Komentar (0)
Belum terdapat komentar pada halaman ini.