Donut

Selasa, 2 September 2014 13:00 WIB

MENGENAL DONUT


Donut atau doghnut atau donat memiliki dasar adonan yang sama dengan roti. Namun donat tidak dipanggang seperti halnya roti, melainkan digoreng. Karena menggunakan ragi sebagai pengembang, maka adonan donat perlu didiamkan selama satu jam sebelum digoreng.

Bentuk donat yang paling umum adalah bentuk cincin, bundar dengan lubang di tengah. Hal ini ditujukan agar bidang yang terkena panas saat digoreng lebih luas sehingga tingkat kematangan donut dapat lebih merata. Namun banyak pula yang melakukan variasi bentuk seperti, bola kecil, spiral, kepang, dan lain-lain.

Konsep adonan roti yang digoreng dimiliki oleh banyak kultur di berbagai belahan dunia, karenanya sulit untuk bisa menentukan asal mula donat. Namun demikian banyak diyakini bahwa donat berasal dari Belanda, 'olykoeks' yang artinya 'oil cake' atau 'kue minyak' yang telah banyak dijumpai di pertengahan abad ke-19

Ada perdebatan mengenai asal kata 'donut'. Sebagian meyakini bahwa kata 'donut' berasal dari 'dough' + 'nut' ('adonan' + 'kacang'), karena pada awalnya bagian tengah donut tidak berlubang namun diisi kacang. Sebagian lagi meyakini berasal dari kata 'dough' + 'knots' ('adonan' + 'simpul') yang merupakan bentuk awal dari olykoeks

Tahukah Anda bahwa lubang donat 'ditemukan' pada tahun 1847 oleh Hansen Gregory, seorang kapten kapal dari Amerika? Masalah yg kerap ditemuinya adalah bagian tengah yang tidak matang setelah digoreng, sehingga Hansen memutuskan untuk melubangi saja bagian itu.

artikel terkait

Komentar (0)
Belum terdapat komentar pada halaman ini.