Type of Bakery Business

Jenis usaha bakery sangat beragam dan dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal. Dari jenis produk, bakery pada dasarnya terdiri dari beberapa varian antara lain roti, cake, cookies dan pastry. Anda bisa memilih salah satu varian tersebut sebagai spesialisasi atau menjual semuanya jika memang memiliki kemampuan untuk memproduksinya. Pilihan produk yang akan dijual sangat berkaitan dengan target pasar yang akan dituju.

Sebagai contoh, jika ingin menyasar pada target pasar masyarakat banyak, mungkin pilihan produk yang tepat adalah roti. Sebab, roti sudah menjadi salah satu alternatif makanan pokok pengganti nasi. Tidak sedikit masyarakat yang memilih roti sebagai menu sarapan pagi. Sementara, jika target pasarnya adalah komunitas tertentu atau sebagian masyarakat yang sering mengadakan acara-acara seperti arisan dan perkumpulan lainnya, mungkin dapat memilih produk cake, cookies atau pastry.

Jenis usaha bakery juga dapat diklasifikasikan dari kapasitas produksinya. Anda bisa memulai usaha bakery mulai dari skala kecil jika kemampuan modal yang dimiliki masih terbatas. Atau jika kemampuan modal tidak terbatas dan ingin serius menggeluti bisnis bakery, Anda pun bisa langsung menjalankan bisnis roti dalam skala besar. Berikut ini pembagian bisnis bakery dari kapasitas produksinya.

  1. Industri Mikro

    Industri mikro adalah skala terkecil dari sebuah usaha, termasuk dalam bisnis bakery. Usaha bakery bisa Anda mulai dengan mudah pada skala ini karena ongkos produksi yang dibutuhkan tidak terlalu banyak dan tidak perlu membeli atau menyewa tempat untuk menjual produk bakery. Sebab, biasanya pada skala ini produk yang dihasilkan masih sedikit dan masih mengandalkan pesanan. Proses produksinya juga bisa dilakukan di rumah dengan sumber daya manusia yang tidak banyak.

    Untuk memasarkannya, Anda bisa menggunakan sosial media seperti facebook dan twitter atau membuat brosur yang disebar di tempat-tempat tertentu yang berpotensi mendatangkan pesanan. Jika ada yang memesan, proses produksi bisa dilakukan, sementara jika pesanan belum datang, proses produksi tidak perlu dijalankan.

  2. Industri Kecil

    Pada skala industri kecil, produksi yang dilakukan lebih stabil dan tidak hanya mengandalkan pesanan. Otomatis, kapasitasnya juga lebih banyak dibandingkan pada bisnis bakery di skala industri mikro karena proses produksi dilakukan setiap hari. Jumlah bakery yang diproduksi bisa mencapai 1.000 hingga 10.000 potong bakery setiap hari

    Bisnis bakery industri kecil dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu industri kecil tradisional dan industri kecil modern. Jika ingin berkecimpung ke bisnis bakery industri kecil namun belum memiliki outlet, Anda masuk dalam klasifikasi industri kecil tradisional. Produk yang Anda hasilkan setiap hari bisa didistribusikan ke warung-warung atau toko-toko di sejumlah wilayah yang dekat dengan tempat produksi. Hal ini untuk menghemat biaya distribusi.

    Sementara, jika memiliki modal berlebih untuk sewa tempat atau bahkan memiliki tempat sendiri, Anda bisa membuka outlet untuk menjual produk bakery. Bisnis bakery jenis ini diklasifikasikan sebagai industri kecil modern yang biasanya memiliki satu atau dua outlet di pusat perbelanjaan atau di wilayah perumahan.

  3. Industri Menengah

    Kapasitas bisnis bakery pada industri menengah lebih besar dibandingkan industri kecil. Jumlah bakery yang diproduksi bisa mencapai puluhan ribu potong per hari. Maka, mesin, peralatan dan sumber daya manusia yang diperlukan juga lebih lengkap dan lebih banyak. Hal tersebut tentu saja berpengaruh pada cost produksi dan modal usaha yang lebih besar pula.

    Pada bisnis bakery industri menengah modern, distribusi sudah dilakukan melalui jaringan outlet yang jumlahnya cukup banyak dan tersebar di pusat-pusat perbelanjaan atau mal di sejumlah daerah.

    Namun, masih ada juga bisnis bakery industri menengah yang menjalankan usahanya secara tradisional. Jenis usaha bakery jenis ini biasanya tidak memiliki jaringan outlet, namun produknya dijajakan menggunakan gerobak di pasar-pasar atau pusat keramaian lainnya. Ada juga yang menitipkannya di toko-toko.

  4. Industri Besar

    Untuk industri besar, produksi bakery dilakukan secara massal di pabrik-pabrik. Dalam sehari, bisnis bakery industri besar bisa memproduksi jutaan potong roti dan kue dan didistribusikan hampir ke seluruh wilayah Indonesia.

    Modal yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis jenis ini sangatlah besar yang mencakup infrastruktur, mesin-mesin, sumber daya manusia, alat transportasi dan lain-lain.

Pastikan terlebih dahulu modal yang Anda miliki sebelum menentukan tipe bisnis untuk dijalankan. Sumber modal bisa berasal dari modal sendiri seperti berupa tabungan yang sudah dikumpulkan sebelumnya atau modal pinjaman baik pinjaman dari orang lain maupun dari bank. Yang perlu diperhatikan, jangan sampai salah memilih tipe bisnis sehingga dapat mengakibatkan kerugian, apalagi jika modal yang Anda miliki berasal dari pinjaman.

Jika Anda baru mengenal bisnis bakery, ada baiknya memulai usaha dari skala terkecil terlebih dahulu. Setelah itu, Anda dapat mengembangkan bisnis ke skala yang lebih tinggi jika sudah mendapatkan pangsa pasar dari produk yang Anda jual.