Art

Selain rasa, hal lain yang membuat produk bakery dan pastry menarik untuk dikonsumsi adalah penampilan. Apalagi jika Anda menggeluti bisnis tersebut, menjadi kreatif adalah hal yang perlu dilakukan untuk menciptakan diferensiasi dengan produk bakery dan pastry lain. Dengan demikian, produk Anda bisa bersaing. Berikut ini beberapa hal yang dapat dikreasikan dalam produksi dan pemasaran produk bakery dan pastry.

Produk

Bakery dan pastry terdiri dari berbagai macam produk seperti roti, cake, cookies atau kue kering, donat hingga croissant. Masing-masing produk memiliki varian yang berbeda dari bentuk dan rasanya. Variasi tersebut merupakan hasil kreatifitas para pembuat produk bakery dan pastry terdahulu yang diabadikan melalui resep-resep populer. Dalam menjalankan usaha bakery dan pastry, Anda bisa memanfaatkan resep-resep populer yang sudah ada atau menciptakan kreasi tersendiri dengan memodifikasi resep tersebut melalui beberapa komponen.

  1. Bahan baku

    Bahan utama pembuatan bakery dan pastry umumnya bersifat baku. Produk roti misalnya, pada dasarnya hanya berbahan dasar tepung terigu, ragi dan air. Namun, sejumlah bahan lain digunakan, seperti gula untuk memberikan rasa manis, susu untuk memberi nutrisi sekaligus menambah volume roti juga shortening dan telur untuk melembutkan sehingga roti lebih nikmat dikonsumsi.

    Saat ini sejumlah produsen roti tawar mulai berkreasi dengan menambahkan bahan lain seperti tinta cumi-cumi atau teh hijau, bit atau buah-buahan. Masing-masing bahan tambahan ini memiliki khasiat tersendiri di bidang kesehatan. Anda pun bisa berkreasi dengan menggunakan bahan lain, meski tujuannya tidak selalu menciptakan roti sehat. Demikian juga dengan produk lain selain roti, bisa Anda kreasikan dengan bahan lain, tentu saja yang memberi nilai lebih seperti rasa yang enak atau khasiat yang dikandungnya.

  2. Filling

    Sejumlah produk bakery dan pastry memiliki isi atau filling yang bervariasi. Meski dari bahan dasar yang sama, filling yang ditambahkan bisa memiliki rasa yang beragam seperti, manis, asin, gurih, bahkan pedas. Roti isi misalnya, ada yang berisi cokelat maupun selai-selai yang manis atau roti isi keju yang rasanya asin.

    Anda bisa mengkreasikan produk bakery atau pastry Anda dengan mengisinya menggunakan bahan-bahan yang lain. Tentunya, jangan lupa memerhatikan cita rasa yang dihasilkan. Bahan apa pun yang Anda gunakan sebagai filling harus membuat produk tersebut nikmat dimakan.

  3. Topping

    Variasi filling dalam bakery dan pastry lebih ditujukan pada cita rasa. Namun, topping biasanya ditambahkan untuk mempercantik roti, cake, donat maupun produk lain yang dijual. Agar produk bakery dan pastry menarik dan mendapat perhatian konsumen, Anda harus kreatif mendekorasinya.

    Beberapa bahan yang biasa digunakan untuk mendekorasi bakery dan pastry antara lain: butter cream yang dibuat dari campuran mentega putih dengan simple syrup dan essence rum. Fondant juga banyak digunakan untuk mendekorasi cake dan pastry modern. Bahan dasar fondant antara lain, gelatin, glukosa atau gula sintetis, gula halus dan gliserin.

    Bahan lain yang biasa digunakan untuk mempercantik bakery dan pastry adalah marzipan dan gum paste. Marzipan dibuat dari almond bubuk, gula halus, putih telur, air jeruk lemon dan essence almond. Sementara, gum paste merupakan campuran gula halus, putih telur, gelatin, tepung maizena dan air.

    Cokelat juga sering digunakan sebagai topping roti manis dan bahan mendekorasi cake dan pastry. Biasanya cokelat diolah dengan cara ditim hingga meleleh sebelum digunakan.

Untuk menghasilkan kreasi bakery dan pastry yang menarik sekaligus lezat, Anda perlu banyak melakukan percobaan. Jangan berhenti hingga Anda berhasil menciptakan produk yang unik dan menarik.

Kemasan

Fungsi utama kemasan adalah untuk menjaga mutu produk, mencegah kerusakan, melindungi dari pencemaran dan gangguan fisik serta memudahkan penyimpanan, pengangkutan dan pendistribusian.

Namun lebih dari itu, kemasan juga bisa menjadi faktor daya tarik yang membuat pelanggan memilih produk bakery yang Anda jual. Maka, jangan ragu untuk membuat kemasan yang menarik baik dari desain grafis yang dicetak di atas kemasan maupun bentuk kemasannya. Penampilan kemasan harus dapat menangkap semua aspek visual termasuk bentuk, gambar, warna, ilustrasi, merek dagang dan logo.

Untuk bahan kemasan, Anda bisa menggunakan plastik, kertas atau karton disesuaikan dengan produk yang Anda jual. Untuk membungkus roti mungkin cukup menggunakan kemasan plastik. Namun untuk membungkus cake yang penuh dekorasi, Anda memerlukan kemasan kotak dari karton agar dekorasi cake tidak rusak.

Untuk mendapatkan kemasan yang menarik, Anda bisa berkonsultasi kepada desainer grafis, atau banyak melakukan riset melalui internet.

Display

Jika distribusi produk bakery atau pastry dilakukan dengan menggunakan outlet, maka Anda juga harus memikirkan bagaimana menampilkan produk-produk tersebut di outlet agar menarik perhatian pembeli.

Komponen utama yang harus ada dalam outlet Anda adalah etalase. Sebab, di dalam etalase lah produk bakery atau pastry bisa Anda pajang. Bentuknya beragam. Ada etalase yang tertutup kaca, ada juga etalase yang terbuka. Apapun pilihan Anda, pastikan produk bakery atau pastry tertata rapi di dalam etalase tersebut. Alasi produk dengan baki berwarna terang untuk memberikan kesan bersih dan tidak suram. Dan yang terpenting, selalu jaga kebersihan outlet dan etalase.

Agar tidak monoton, outlet dan etalase perlu didekorasi dengan variasi warna-warna yang menarik. Akan lebih baik jika dekorasi outlet dan etalase ikut menyesuaikan tren serta momen-momen tertentu seperti Idul Fitri, Natal atau Valentine.

Bagaimana pun, bisnis kuliner seperti bakery dan pastry bukan hanya sekadar bisnis, namun juga seni dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan mengkreasikan tiga hal di atas, usaha bakery atau pastry Anda tidak akan monoton dan akan lebih berpotensi memberikan diferensiasi. Jika produk atau outlet Anda hadir dengan membawa keunikan, akan lebih mudah dikenali dan mudah diingat oleh konsumen.